Di era modern seperti ini kemajuan teknologi sangat berkembang pesat, tidak menutup kemungkinan budaya dari luar seperti cara berpakaian , produk , makanan sangat mudah diterima oleh masyarakat Indonesia yang menjadi sasaran empuk tekknologi 4.0 saat ini. Hal itulah yang dikhawatirkan dapat merusak budaya bangsa Indonesia yang sudah terbentuk dari zaman dahulu, karena orang - orang lebih tertarik dengan budaya luar yang mereka anggap lebih modern atau lebih menarik daripada budaya bangsa sendiri. Oleh karena itu diperlukan kesadaran warga negara Indonesia untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa ini , salah satunya adalah sikap bela negara. Upaya dalam pembelaan negara sendiri telah tercantu dalam pasal 27 ayat 3 UUD 1945 yang berbunyi "setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara". Itu berarti upaya / sikap bela negara merupakan sesuatu yang seharusnya tertanam dalam benak masyarakat Indonesia.

Sikap membela negara dapat diartikan sebagai menjaga, memelihara , melindungi, dan memperhatikan eksistensi negara bahkan melepaskannya dari bahaya. Nilai - nilai bela negara yang harus ditanamkan kepada masyarakat Indonesia sejak dini yaitu cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, dan memiliki kemampuan awal bela negara. Kelima nilai itulah yang dapat membuat masyarakat kita menjadi masyarakat yang berwawasan bela negara. Untuk saat ini , kelemahan masyarakat Indonesia ada pada kurangnya pendidikan karakter bela negara, karena pendidikan saat ini berfokus pada pendidikan formal saja. Pendidikan karakter bela negara dapat dibentuk ketika orang berada di lingkungan sekitar seperti membentuk kepemimpinan di dalam organisasi baik sekolah maupun masyarakat. Dengan itu diharapkan manusia mempunyai kecerdasan dalam intelektualitas, mentalitas , moralitas dengan fisik yang kuat dan sehat. Karena apabila kecerdasan dan ketahanan mental dam moral lemah , ekonomi dan sosial budaya, menyebabkan hal - hal negatif dengan sangat mudah masuk ke alam fikiran setiap individu masyarakat dan dapat merusak budaya yang sudah ada di masyarakat itu sendiri.
Selain masyarakat, pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang berwawasan bela negara pun sangat dibutuhkan di masa seperti ini. Kepemimpinan masa kini dan masa depan adalah seseorang pemimpin yang adaptif terhadap tantangan , kondisi yang menekan, mampu memelihara kedisiplinan anggotanya, memberikan timbal balik kepada anggotanya serta menjaga kepemimpinannya. Ciri - ciri pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan dan bela negara hendaknya memiliki 4 jenis kompetensi yaitu kompetensi teknis, kompetensi manajerial , kompetensi sosial, dan kompetensi intelektual. Apabila seorang pemimpin sudah menerapkan 4 kompetensi tersebut maka secara otomatis memiliki integritas nasional dan jati diri bangsa.
Komentar
Posting Komentar